Selasa, 17 Juli 2012

Unik, Ponsel Proyektor Samsung Cuma Dijual di Jakarta


Jakarta - Samsung biasanya cukup agresif memasarkan produk mereka. Namun hal itu tampaknya tidak berlaku untuk Galaxy Beam.

Galaxy Beam merupakan ponsel unik. Selain bisa digunakan seperti smartphone pada umumnya, produk ini juga diperkaya dengan kemampuan memproyeksi gambar, video, dan dokumen.

Nah, melihat kemampuannya yang agak nyentrik tersebut, timbul pertanyaan apakah memang fitur seperti ini dibutuhkan oleh pengguna gadget di Indonesia?

"Dari sekian ratus ribu pengguna di Indonesia saya yakin pasti ada yang membutuhkannya," jawab Fabiant Kayatmo, Product Marketing Manager Samsung Mobile Indonesia dengan penuh percaya diri.

Pun begitu, Samsung menyadari bahwa Galaxy Beam tidak bisa diperlakukan sama dengan smartphone besutan vendor asal Korea Selatan itu lainnya. Kelanjutan produk ini bahkan bisa dikatakan masih menunggu respons pasar untuk terus dijajakan.

"Ya bisa dibilang begitu (tes pasar-red). Kita masukan beberapa unit terlebih dahulu, kalau kurang kita order lagi," jelas Fabiant dalam acara di Marley Signature Bar & Food, Selasa (17/7/2012).

Demikian pula dengan metode pemasarannya. Biasanya Samsung meluncurkan produk secara serentak di sejumlah kota besar di Indonesia, namun khusus untuk Galaxy Beam cuma bisa dibeli di Jakarta saja.

"Kami hanya menjual Galaxy Beam di Samsung brandshop di Jakarta saja. Karena memang di sinilah pasar terbesar di Indonesia," tambah Fabiant.

Galaxy Beam merupakan ponsel yang juga bisa digunakan sebagai proyektor. Produk ini diklaim juga punya dapur pacu yang memadai, prosesor dual core 1 GHz, RAM 768 MB, layar 4 inch, serta baterai 2000 mAh yang membuatnya tahan lebih lama.

Galaxy Beam mulai dipasarkan di Jakarta dengan kisaran harga Rp 4,9 juta. Berminat?

Bos Desain Google Ingin Buat 'BlackBerry' Android


Washington - Jika ada kesempatan, bos divisi desain Google Matias Duarte mengatakan dirinya akan merasa senang bekerja sama dengan pembesut BlackBerry Research In Motion (RIM), membuat smartphone qwerty berbasis Android.

"Saya masih penggemar setia perangkat dengan keyboard fisik," kata Duarte yang juga menangani user-exprience Android di Google, seperti dikutip dari ABC News, Sabtu (30/6/2012).

"Banyak produk yang saya garap dahulu, diantaranya punya keyboard. Saya rasa masih ada tempat untuk mereka. Ini soal pilihan dan jenis perangkat yang berbeda. Secara pribadi, saya akan merasa senang memiliki perangkat yang orientasinya portrait, seperti juga yang pernah kami buat di Palm," jelasnya.

Sebelumnya, Duarte memang pernah mengepalai divisi software design di Palm dan bekerja menggarap handset Palm Pre, yang memiliki keyboard fisik dan touchscreen sekaligus.

Menurut laporan yang dilansir ABC News, Duarte dengan senang hati bekerja sama dengan RIM jika perusahaan asal Kanada tersebut berminat menggarap perangkat Android.

"Saya akan menyambutnya. RIM jelas adalah pembuat handset dengan keyboard fisik yang mengagumkan," pujinya.